catatan kecil

Tentang Perjalanan Hidup

with one comment

100 impian di tahun 1433H

  1. Punya penghasilan 20 juta per bulan
  2. Umroh ke Mekkah
  3. Punya pesantren di atas lahan sendiri
  4. Jalan – jalan ke Bali dengan keluarga
  5. Punya kebebasan waktu bersama keluarga

Written by amet

Desember 5, 2011 at 1:07 am

Ditulis dalam Uncategorized

leave a comment »

Program untuk sekolah internet

Beli Laptop – yang bisa di pake buat net dan desain

Beli modem – untuk di rumah

Written by amet

November 29, 2011 at 6:53 am

Ditulis dalam Uncategorized

leave a comment »

Test only

Written by amet

November 29, 2011 at 1:56 am

Ditulis dalam Uncategorized

leave a comment »

Written by amet

Januari 4, 2010 at 8:03 am

Ditulis dalam Uncategorized

Pengalaman Bekam yang pertama

leave a comment »

Jumat siang sehabis sholat jumat saya beranikan diri untuk mendatangi klinik syariah ar ridho di jl karangrejo semarang. Dari banyak sumber pencarian di internet , pengobatan bekam ini sangat menarik. Selain dari sisi faktor hadist, ternyata bekam ini pun di akui secara ilmiah.

jam 2 siang saya bertemu dengan dokter nya ( dokter beneran loh.. ) dan berdiskusi banyak tentang keluhan dan faktor-faktor penyebab sakit. Cukup komunikatif.

sebelum di bekam saya di minta untuk ber wudlhu dulu… ( hmm .. bener – bener nerapin prinsip bersuci dulu sebelum mengerjakan sesuatu ).

dengan sarung tangan dan masker, dokter tersebut menyayat kulit belakan punggung dengan pisau bedah.. sakit dikit sih tapi ngga pa pa…

pulang bekam badan terasa enteng. enak sekali rasanya. hmm bulan depan , bekam lagi ah.. buat memelihara kesehatan.

ada yang punya pengalaman lain dengan bekam ?

Written by amet

Juli 3, 2009 at 10:44 pm

Ditulis dalam Uncategorized

report 1 juli 2009

with one comment

Pagi ini saya memberanikan diri untuk memulai target baru, bagaimana menjadi manusia yang lebih baik setiap hari nya.

42. Asy Syuura

22. Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan- kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

Pagi ini saya memberanikan diri untuk memulai target baru, bagaimana menjadi manusia yang lebih baik setiap hari nya.

Apa sih kekurangan yang harus saya perbaiki ?

  1. tidak fokus sama tujuan hidup
  2. tidak bersungguh – sungguh dalam mengerjakan sesuatu
  3. kurang ACTION, kebanyakan DREAMS
  4. kurang memperhatikan kesehatan
  5. Kurang bersyukur
  6. dll
  7. dll

Agenda dari memperbaiki diri adalah ACTION

  • ACTION untuk membuat dan mengevaluasi diri setiap hari report langsung  ke atasan
  • ACTION untuk bekerja keras dan fokus dengan yang di kerjakan
  • ACTION dengan berolah raga setiap hari
  • ACTION dengan bersedekah setiap hari

so .. apa lagi ??? koq belum ACTION malah nge net terus ????? he he he he

Written by amet

Juli 1, 2009 at 6:09 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Hidup Jangan Tertidur

leave a comment »

prazku menulis ”
Hidup Jangan Tertidur

Hidup Jangan Tertidur!
oleh Arvan Pradiansyah, penulis buku You Are A Leader!

Hidup Jangan Tertidur!

Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani
hidup ini dalam keadaan tertidur. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan tertidur.

Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu,
tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.

Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!

Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.

Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai! Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.

Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.

Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.

Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalam an manusiawi. Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.

Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulka n kekayaan — apalagi dengan menyalahgunakan jabatan — kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.

Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.

Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu Pena lebih tajam dari pedang Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid

pustaka tani
nuraulia

.

semoga bermanfaat bagi kita semua..amin.

semoga bermanfaat bagi kita semua..amin.”
D

tulisan ini diambil dari artikel di wisata hati online. http://www.wisatahati.com/modules.php?name=News&file=article&sid=11

Written by amet

Juli 1, 2009 at 5:29 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.