Pengalaman Bekam yang pertama
Juli 3, 2009
Jumat siang sehabis sholat jumat saya beranikan diri untuk mendatangi klinik syariah ar ridho di jl karangrejo semarang. Dari banyak sumber pencarian di internet , pengobatan bekam ini sangat menarik. Selain dari sisi faktor hadist, ternyata bekam ini pun di akui secara ilmiah.
jam 2 siang saya bertemu dengan dokter nya ( dokter beneran loh.. ) dan berdiskusi banyak tentang keluhan dan faktor-faktor penyebab sakit. Cukup komunikatif.
sebelum di bekam saya di minta untuk ber wudlhu dulu… ( hmm .. bener – bener nerapin prinsip bersuci dulu sebelum mengerjakan sesuatu ).
dengan sarung tangan dan masker, dokter tersebut menyayat kulit belakan punggung dengan pisau bedah.. sakit dikit sih tapi ngga pa pa…
pulang bekam badan terasa enteng. enak sekali rasanya. hmm bulan depan , bekam lagi ah.. buat memelihara kesehatan.
ada yang punya pengalaman lain dengan bekam ?
report 1 juli 2009
Juli 1, 2009
Pagi ini saya memberanikan diri untuk memulai target baru, bagaimana menjadi manusia yang lebih baik setiap hari nya.
| 42. Asy Syuura |
![]() Pagi ini saya memberanikan diri untuk memulai target baru, bagaimana menjadi manusia yang lebih baik setiap hari nya. Apa sih kekurangan yang harus saya perbaiki ?
Agenda dari memperbaiki diri adalah ACTION
so .. apa lagi ??? koq belum ACTION malah nge net terus ????? he he he he |
Hidup Jangan Tertidur
Juli 1, 2009
prazku menulis “
Hidup Jangan Tertidur
Hidup Jangan Tertidur!
oleh Arvan Pradiansyah, penulis buku You Are A Leader!
Hidup Jangan Tertidur!
Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani
hidup ini dalam keadaan tertidur. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan tertidur.
Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu,
tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.
Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!
Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.
Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai! Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.
Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.
Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.
Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalam an manusiawi. Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.
Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulka n kekayaan — apalagi dengan menyalahgunakan jabatan — kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.
Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.
Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu Pena lebih tajam dari pedang Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid
pustaka tani
nuraulia
.
semoga bermanfaat bagi kita semua..amin.
semoga bermanfaat bagi kita semua..amin.”
D
tulisan ini diambil dari artikel di wisata hati online. http://www.wisatahati.com/modules.php?name=News&file=article&sid=11
My Home
Juli 22, 2008
Saya ingin di rumah ini ada keteduhan bermain bersama anak dan istri. Menjadi imam.
Hakone Service Centre
Juli 22, 2008
Bulan ini adalah bulan perjuangan. Cita – cita punya usaha yang telah di rintis 6 bulan lalu harus di break dulu. Saya kirim SDM untuk training perbaikan Handphone. Semoga ada rejeki untuk membuka usaha lagi setelah training selesai.
Semalam di Pandanaran
April 17, 2008
(sebuah essay pendek untuk mas Ade Aan Wirama )
Di Lobby Hotel Pandanaran, ada yang menyapa ku. Oh.. ternyata tamu yang aku tunggu untuk bertemu. Malam ini lewat milis tdasemarang aku berjanji untuk menjadi pencuri ilmu dari anak tdajakarta itu. Hmmmm masih muda sudah pengalaman dan rendah hati kesan yang terpancar dari auranya.
Sate kambing nya Mas… cari daerah Gereja Beleduk yang terkenal itu. Kita isi bensin dulu sebelum tancap gas untuk obrolan yang tidak berbatas waktu. Sambil menyeruput teh hangat, terurai kata – kata yang membuatku sadar akan pentingnya enterpreuneur. Bukan tentang Just Du-it tapi tentang waktu, tentang keluarga, tentang orang – orang di sekitar kita.
“ Saya ingin waktu saya bisa saya habiskan bersama keluarga bercengkerama bersama mendidik anak hendak di bawa ke mana, Saya tidak ingin melihat anak saya nanti setelah selesai sekolah di perintah oleh majikannya dan menjadi budak kapitalisme dibawah perintah orang lain, dan saya ingin hidup ini bisa bermakna dengan memberikan kepada orang lain apa yang dibutuhkan dengan rasa ikhlas.”
Duh… Gusti, adakah makna lain dari hidup ini ketika kita tidak bisa berbuat sesuatu untuk keluarga, dan orang di sekitar yang membutuhkan ?
“ Jatuh bangun dalam bisnis adalah hal biasa dan justru itu akan menjadi pembelajaran yang lebih real di lapangan untuk mendewasakan kita tentang sebuah perjuangan dalam mencapai kesuksesan “
Sepanjang Jalan Pemuda menuju hotel Pandanaran, terlintas tentang apa yang ingin di bisniskan.
“Kesalahan terbesar kita adalah lebih berfokus pada produk oriented bukan customer Oriented. Apa sih yang di butuhkan oleh orang sekitar sehingga kita bisa menyediakan produk / jasa yang bisa kita deliver untuk tujuan bisnis kita ? Bila kita bisa menciptakan pasar maka kita akan bisa survive dengan apa saja yang kita tawarkan ke pasar. Maka buatlah komunitas untuk menggarap pasar yang ada melalui media yang bisa menjembatani antara kebutuhan pasar dan produk / jasa dari si entrepreneur.”
Malam semakin larut ketika loby Hotel Pandanaran penuh dengan nuansa saling berbagi di antara sesama kita. Tidak ada senior – yunior, tidak ada tda – tdb, tidak ada Jakarta – semarang, yang ada adalah saling memberi, saling berbagi, Oh indahnya kebersamaan…
Jam 01.05 wib tiba di kamar kost-ku dan langsung terlelap bermimpi menjadi seorang enterpreuner. Sebuah mimpi untuk masa depan..
(Semarang, 17 April 2008)
Malam ini
Maret 5, 2008
Malam ini, gak tau kenapa tiba – tiba aku jadi orang yg tidak PD. Seperti malam sebelum nya. aku musti beranjak dan melangkah lagi. memulai dari nol terhadap apa – apa yang aku harus jalani.
Dan ketika pagi, berlarilah dalam kabut , mengayuhlah dalam dinginnya air karena di sana akan muncul semangat baru untuk menyelesaikan hari dengan lebih baik lagi…
“Kamu tidak bisa hanya diam, menoleh ke belakang dan berpaling dari masalah . Karena kamu laki – laki yang harus menghadapi tantangan dengan darahmu untuk anak istrimu”
Semarang, 5 maret 2008
Hakone, Japan 2005
Juni 28, 2007
Hari Baru
Januari 22, 2007
1 Muharam 1428H
Seseorang menyapaku
Seperti hari yang lalu
1 Muharam 1428H
Hendak apa kau tahun ini
Tak adakah sesuatu yang baru
untuk kau isi hari mu ?
1 Muharam 1428H
seseorang meyapaku
dengan semangat baru
“Selamat berjuang !! mari kita buat yang baru
saling do’akan kita
dalam kebenaran dan kesabaran”
1 Muharam 1428H
seseorang ingin kusapa
dalam hari yang baru
untukmu : SELAMAT BERJUANG !!
Suatu Sore Di Salman
November 28, 2006
Senja
di Salman
Kutunggu dan kuharap teman
datang dan datang lah dalam senja temaram
hampiri jiwa yang lelah dan kelam
Senja
di Salman
ada doa untuk mu, ada asa ingin ku
bertaut dalam gelisah, di manakah kau ?
dalam sujudku
ku berdoa untuk mu
untuk seorang Teguh.
Kau titipkan salam untuk ku : salam perjuangan kawan
kau titipkan pinta dari ku : doakan aku akan keteguhan , keimanan dan ketakwaan
juga kesabaran untuk meraih masa depan.
Senja
kutinggalkan Salman
dalam pintaku padamu
“doakan aku juga, Teguh”
